" SECRET "
Ini sebuah filosofi tentang makna hidup?!?!
Dipercaya juga bahwa menulis juga erat kaitannya dengan kebermaknaan
hidup. Mungkinkah menulis sebuah filsafat tersendiri? Kebijaksanaan
tersendiri untuk memahami apa arti kehidupan. Apakah arti kematian;
Mengapa kita harus tetap hidup dan mengapa kita memilih untuk mati.
Menulis mampu melakukan ini semua jika sistem kerjanya mengalir
begitu saja. Fokus boleh hadir dan dirajut. Tapi biarkan dulu
semuanya keluar dengan jujur. Dan membiarkan diri kita menari-nari
diatas pertanyaan-pertanyaan seputar Manusia, Tuhan dan Alam
Semesta. Kita akan bertanya banyak hal, menjawab sedikit hal dan
kemudian memunculkan banyak pertanyaan. Semuanya takkan pernah
berhenti dan terus berputar; berotasi-evolusi. Percayalah! Menulis
itu selalu to be continued. Meski diakhir tulisan tertera kata THE
END / TAMAT atau berbagai macam simbol seperti *** atau ### atau *
=== *, dsb; tetap saja apa yang kita tulis itu to be continued.
Kalau tidak oleh orang lain, ya oleh diri kita sendiri. Mungkin akan
dibantah, ditambahi, didukung atau dibantai. Yah! Terserah! Yang
penting, akan selalu bersambung. Maka itu nasibnya sama dengan
falsafah hidup kita. Dibantah, didukung dan bersambung.
Menulis tidak mengkhawatirkan apakah hal yang ingin ditulis. Sama
halnya dengan ucapan "Aku tidak akan menyembah kepada Tuhan yang
takut dengan pikiran manusia." Tak usah khawatir bahwa ucapan itu
akan dihakimi karena alasan ada di dalam hati. Ah!!! Ini semacam
ujian. Apakah kata-kata diatas adalah kumpulan kata yang tak mampu
dihindari – terelakkan? Dan akankah kalimat nakal diatas akan terus
mengganggu seperti pemikiran Demian yang tertanam perlahan di
Sinclair (dalam novel Hermann Hesse), atau kah hanya akan jadi angin
lalu.
Yang manapun itu tidak jadi masalah. Yang penting, aku sudah
merekamnya dalam sebuah tulisan. Kelak, jika kubaca lagi tulisan
ini, aku akan terkenang oleh banyak hal. Sekian??!!??
Oh tidak! Bersambung!
Wallahualam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar